Senin, 21 Desember 2015

Pengertian Teknologi Bioproses Dan Contohnya

Teknologi Bioproses adalah teknologi pemanfaatan mikroorganisme dalam suatu proses, sebagai contoh proses pembuatan makanan ataupun obat-obatan yang seringkali menggunakan mikroorganisme tertentu. Teknologi bioproses berasal dari bioteknologi dan teknik kimia. Ada beberapa contoh produk yang dihasilkan dari teknologi bioproses, antara lain :
- Virgin Coconut Oil
- Keju Cheddar
Untuk penjelasannya ada di bawah ini :

Contoh Teknologi Bioproses


1. Virgin Coconut Oil

Minyak kelapa memberikan banyak manfaat kesehatan dan dapat digunakan untuk memasak, melembutkan kulit dan perawatan rambut. Virgin coconut oil dipercaya memiliki kualitas tinggi karena dibuat secara alami dan bebas dari bahan kimia yang keras. Ada beberapa metode untuk membuat coconut virgin oil di rumah, yaitu dengan metode wet mill, metode proses dingin dan metode perebusan.
Pengertia Teknologi Bioproses Dan Contohnya

Metode wet mill
  1. Belah kelapa menjadi dua bagian menggunakan parang yang tajam. Gunakanlah kelapa yang sudah tua, berwarna coklat dibandingkan yang masih muda berwarna hijau.
  2. Keruklah daging kelapa dari tempurungnya. Gunakanlah pengeruk kelapa, pisau tajam, atau sendok logam yang kuat. Mengeluarkan daging kelapa dari tempurungnya memang suatu pekerjaan yang cukup sulit, namun menggunakan pisau mentega lebih baik dibandingkan menggunakan pisau tajam. Kita dapat mencongkel daging kelapa dan memisahkannya dari tempurung tanpa harus melukai tangan. 
  3. Potong daging kelapa menjadi potongan kecil
  4. Masukkan potongan daging kelapa ke dalam food processor
  5. Nyalakan food processor dengan kecepatan sedang, lalu blender hingga membentuk parutan yang bagus. Kita juga bisa menambahkan sedikit air agar daging kelapa dapat hancur sempurna.
  6. Saring santannya, dengan cara tempatkan saringan kopi atau kain katun tipis di atas mulut jar, lalu tuangkan campuran kelapa yang tadi di blender pada saringan atau kain katun tipis kemudian peraslah dengan keras hingga ampas dan santannya terpisah. Ulangi cara tersebut hingga seluruh santannya tidak tersisa pada ampas kelapa dan tempatkan pada sebuah wadah
  7. Diamkan selama kurang lebih 24 jam sehingga santan dan minyaknya akan terpisah dan lapisan dadih santan akan muncul di atas wadah tersebut.
  8. Buang dadih santan tersebut menggunakan sendok dan yang tertinggal adalah virgin coconut oil.
Pembuatan virgin coconut oil merupakan salah satu contoh teknologi bioproses karena untuk memisahkan antara dadih dan virgin coconut oilnya harus melewati proses pengendapan secara alami tanpa dibantu oleh mesin.


2. Keju Cheddar 

Keju cheddar memang sangat gurih, beraroma khas, lembut dan keras. Keju cheddar dapat ditambahkan untuk banyak makanan, seperti isian dalam sandwich, dapat juga diparut sebagai hiasan untuk sup atau salad dan juga dapat dimakan dengan buah atau dimakan begitu saja tanpa hidangan pendamping lainnya. Kelezatan keju cheddar membuat kita selalu ingin menambahkannya di setiap makanan yang kita makan dan untuk menghemat biaya kita juga dapat membuat keju cheddar sendiri di rumah.
Pengertia Teknologi Bioproses Dan Contohnya

Komposisi
1. Siapkan dua galon susu sapi atau domba (jangan gunakan susu UHT/UP)
2. 1/8 sendok teh kalsium khlorida yang diencerkan dengan ¼ gelas air
Mesophilic culture (pilih salah satu)
1. 1 paket mesophilic culture
2. 1/8 lebih sendok teh mesophilic culture
Rennet yang dilarutkan dalam ½ gelas air dingin (pilih salah satu)
½ sendok teh rennet hewani cair
¼ sendok teh rennet cair yang solid atau keras
¼ tablet rennet sayuran
Dan komposisi yang terakhir yaitu 2 sendok makan garam laut

Peralatan
Wadah/pot besar
Termometer
Pisau panjang (pisau pemotong dadih, jadi tidak perlu yang tajam)
Kain katun tipis
Lilin keju
Cheese press

Cara membuat
  1. Dalam wadah besar, panaskan susu dan aduklah terus menerus
  2. Sambil susu dipanaskan, kita dapat menambahkan kalsium klorida jika kita memang menggunakannya
  3. Ketika susu menjadi lebih panas dari sebelumnya, tambahkan culture lalu aduklah dengan gerakan ke atas dan ke bawah kemudian tutup dan biarkan susu tersebut berfermentasi selama satu jam
  4. Aduklah kembali agar tidak menggumpal dan tambahkan rennet yang telah dicairkan lalu aduk dengan gerakan ke atas dan ke bawah untuk memastikan rennet bekerja dengan baik
  5. Matikan apinya lalu biarkan adonan keju selama satu jam sampai dadihnya terpisah
  6. Gunakan pisau untuk memotong dadihnya ¼ inch saja lalu biarkan selama lima menit dan jangan diaduk
  7. Lalu panaskan kembali campuran keju tadi selama 30 menit dan aduk kembali perlahan-lahan hingga dadihnya tenggelam
  8. Setelah 30 menit, berhentilah mengaduk dan biarkan selama 20 menit hingga dadihnya berada di bawah
  9. Tuangkan dadihnya ke dalam saringan, lalu tempatkan kembali saringan dan dadih dan biarkan mongering selama 15 menit
  10. Lepaskan saringan dari wadah dan tempatkan dadih pada wadah-wadah yang lebih kecil sesuai dengan keinginan kita
  11. Lalu tempatkan pada ruangan dengan suhu tertentu hingga sedikit membentuk dan mengeras
  12. Lalu kita bisa campurkan garam dan lilin keju, kemudian simpan selama 60 hari

Itulah informasi tentang teknologi bioproses yang dapat saya sampaikan. Baca juga berita teknologi yang lagi populer dibawah ini :
  1. Bioteknologi Pangan Dan Contohnya
  2. Bioteknologi Pertanian Terbaru
  3. Bioteknologi Peternakan Terbaru
Semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan membantu, terima kasih atas kunjungan anda. Jangan lupa klik share ya, pastikan teman kita tahu apa itu Teknologi Bioproses.

Sabtu, 19 Desember 2015

Pengertian Dari Teknologi Benih

Teknologi Benih - Saat ini teknologi pertanian telah berkembang pesat, banyak sekali teknologi yang dapat kita terapkan untuk dapat meningkatkan hasil panen dan salah satu contoh dari teknologi pertanian adalah teknologi benih. Teknologi benih adalah metode untuk memperbaiki karakteristik benih tanaman baik secara genetik dan fisik. Metode tersebut meliputi praktek-praktek seperti pengembangan varietas benih, evaluasi, penaburan benih, produksi benih, memproses, penyimpanan dan sertifikasi. Banyak sekali tujuan dari dikembangkannya teknologi benih antara lain :

1. Berlipat ganda dengan cepat : untuk meningkatkan produksi pertanian
2. Pasokan benih tersedia tepat waktu : varietas benih baru dapat tersedia kapan saja
3. Benih yang terjamin mutunya : lebih tahan lama dan berkualitas tinggi
4. Harga yang wajar : harga benih haruslah murah agar dapat dijangkau oleh banyak petani

Cara memodifikasi benih secara genetik


Pengertian Dari Teknologi Benih
Perusahaan Monsanto Co memproduksi 90 persen tanaman transgenik menggunakan perkawinan komplek dengan cara menerapkan teknik lama yaitu dengan cara menyilangkan dua tanaman yang berbeda untuk memproduksi sifat tanaman yang diinginkan. Selainitu ada beberapa langkah untuk mendapatkan benih yang diinginkan, contohnya sebagai berikut :

Step 1 : menemukan sifat tanaman yang baru
Untuk memproduksi organisme yang dimodifikasi secara genetik, kita harus mengenali sifat tanaman yang ingin kita tanam dan menemukan organisme lain yang memiliki sifat tersebut. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan Mosanto yang pertama kali memproduksi “Roundup Ready” yaitu tanaman glyphosate tahan lama yang menggunakan gen yang ditemukan tumbuh dekat pabrik Roundup. Sebagai contoh kita dapat menuangkan komposisi asam lemak kepada suatu objek, misalnya saja ketika kita ingin melakukan tes terhadap ratusan bunga dan jamur sehingga kita dapat menemukan sifat tanaman yang kita inginkan melalui asam lemak yang memproduksi enzim dari sifat tanaman tersebut. Contohnya enzim yang ditemukan pada bunga yang berwarna kuning muda serta enzim yang disebut neurospora pada jamur. Selain itu untuk menciptakan benih kedelai transgenik, kita juga harus mengujinya terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Step 2 mengambil gen
Dulu untuk mempelajari kode genetik dari suatu benih, kita harus menanamnya terlebih dahulu, menumbuhkan tanaman sampai ukuran tertentu, lalu lubangi daun menggunakan pembolong kertas untuk membuat sampel tanaman. Namun proses tersebut memakan waktu yang cukup lama dan merepotkan. Para ahli mesin perusahaan Monsanto menemukan alat pemotong khusus yang dapat memotong hanya bagian yang kecilnya saja dan menghaluskannya hingga menjadi bubuk yang dapat dianalisis dengan teknologi genome-mapping. Sedangkan sisanya yang masih bagus diawetkan untuk ditanam dan diolah.

Step 3 : Memasukkan sifat
Apabila kita telah menemukan sifat yang diinginkan, maka langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam tanaman. Butuh waktu dua hari untuk menerapkan sistem ini, termasuk menggunakan gen yang sebenarnya adalah potongan dari DNA.A.22 yaitu partikel logam yang dilapisi dengan DNA dan dimasukkan ke dalam jaringan tanaman. Sedangkan untuk mendapatkan omega 3 dalam kedelai, kita dapat memanaskan bibit kedelai untuk memberikan tekanan sehingga bibit tersebut rentan terhadap hama yang disebut Agrobacterium tumefaciens. Organisme khusus dimasukkan ke dalam DNA tanaman dan mengubahnya menjadi zat gula dan asam amino sebagai supply makanan bagi bakteri.

Step 4 : Menempatkan bibit pada wadah ember atau sarung tangan plastik
Wadah emeber tersebut adalah rumah untuk ribuan bibit yang sedang diteliti untuk daya tahan terhadap kekeringan, kekurangan garam atau mineral, hama, tahan penyakit dan lain-lain. Wadah ember yang berisikan ribuan bibit tersebut kita tempatkan pada green house sehingga kita dapat memantaunya kapan saja. Sekarang ini ahli tanaman harus mempelajarinya dengan tangannya sendiri seperti dengan mengambil gambar akar tanaman dan menguji coba kelangsungan hidupnya.

Step 5 : menanam
Teknologi otomatis bertujuan untuk mempermudah pekerjaan ahli genetika, namun seseorang tetap harus menanamnya untuk melihat hasil panennya.

Step 6 : gen memperlihatkan dirinya sendiri

Baca juga berita bioteknologi lainnya di bawah ini :

  1. Pengertian Bioteknologi Konvensional Dan Contohnya
  2. Pengertian Bioteknologi Modern Dan Contohnya
  3. Tujuan Penerapan Bioteknologi

Semoga artikel diatas dapat menambah informasi anda, terimakasih atas kunjingannya.

Senin, 07 Desember 2015

Bioteknologi perikanan Dan Contohnya

Bioteknologi perikanan adalah bioteknologi yang dirancang khusus untuk pembudidayaan pada bidang perikanan.Tujuan utama dalam penerapan bioteknologi perikanan adalah untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Bioteknologi perikanan


Bioteknologi perikanan Dan Contohnya
Tapi bioteknologi ini dapat juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Dibawah ini adalah beberapa contoh bioteknologi dalam pembudidayaan perairan atau idalam lingkup perikanan :

Budidaya Sejenis (monosex culture)

Dengan cara ini Produksi ikan secara monosek dilakukan dengan memakai cara anipulasi dari perkembangan gamet dan embrio. Pemanipulasian ini dilakukan dalam cara denaturalisasi DNA sel kelamin jantan atau betina yang dilanjutkan dengan manipulasi bentuk kromosom / sex reversal yang memakai hormon dan tindakan pembenihan.
Penggunaan hormon yang tepat dan ketat dapat merubah sifat fenotip pada kelamin ikan. Contohnya saja secara genetik ikan nila jantan dapat berubah secara fisik menjadi betina hanya dengan pemberian hormon estrogen. Ikan jantan ini dikawinkan dengan ikan jantan yang masih alami untuk menghasilkan semua anakan ikan nila jantan agar tumbuh lebih cepat dan bisa menghindari perkawinan yang tidak diinginkan yang dapat terjadi pada budidaya nila secara multi-sex.

Hibridasi

Hibridasi merupakan bioteknologi genetik yang semakin mudah dilaksanakan dengan berkembangnya teknik pembenihan buatan seperti penggunaan kelenjar hipopisa atau hormon lainnya yang dapat merangsang perkembangan gamet dan mendorong pemijahan (pengeluaran telur ikan). Hibridasi bisa dipakai juga untuk menghasilkan anakan satu jenis kelamin (Hibridasi pada ikan nila Nile dan Nila biru).

Baca juga berita tentang bioteknologi lainnya di bawah ini :
  1. Bioteknologi Pangan Dan Contohnya
  2. Bioteknologi Pertanian Terbaru
  3. Bioteknologi Peternakan Terbaru
Demikian info yang dabat saya berikan, semoga dapat bermanfaat.

Kamis, 26 November 2015

Tujuan Penerapan Bioteknologi

Bioteknologi merupakan salah satu pemanfaatan organisme ataupun komponen dari suatu organisme dengan tujuan menghasilkan produk maupun jasa tertentu.  Bioteknologi berkembang dengan cepat dimulai saat ditemukannya mikroskop dan struktur DNA sebagai materi genetik pada makhluk hidup. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu bioteknologi modern dan bioteknologi konvensional.

Tujuan Bioteknologi


Tujuan Bioteknologi
Bioteknologi modern bersifat lebih kompleks, karena menghasilkan produk dalam jumlah yang besar atau sudah menjadi salah satu industri yang besar, dan menggunakan alat yang canggih. Bioteknologi konvensional bersifat sederhana, karena hanya menghasilkan produk dalam jumlah sedikit, peralatan yang digunakan pun masih relatif sedikit dan sederhana.

Bioteknologi modern ini lebih fokus  pada upaya rekayasa genetik untuk menciptakan organisme yang transgenik. Meskipun demikian, bioteknologi modern tidak hanya dilihat dari sudut pandang penggunaan komponen atau organisme yang sudah direkayasa, tapi juga kemutakhiran teknologi yang digunakan.

Tujuan Penerapan Bioteknologi

Tujuan bioteknologi salah satunya yaitu untuk upaya menambah kualitas dan kuantitas tanaman ataupun hewan demi memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pemuliaan organisme melalui bioteknologi secara nyata dapat dilakukan dengan rekayasa genetika, mutasi, maupun perkawinan silang. Salah satu teknik yang sudah banyak di aplikasikan sekarang ini adalah poliploidisasi.

Pada awalnya poliploidi ini hanya bisa terjadi secara alami karena kondisi tertentu, namun seiring dengan perkembangan bioteknologi, poliploidisasi dapat terjadi secara induksi (buatan). Teknik Poliploidisasi buatan ini dapat diaplikasikan pada tumbuhan ataupun hewan. Poliploidisasi adalah suatu bentuk aplikasi bioteknologi yang terjadi karena adanya proses pengubahan pada komponen genetik suatu organisme dengan menggunakan bahan dan teknik tertentu. Baca juga artikel tentang Teknologi dan Bioteknologi di bawah ini :

  1. 11 Contoh Bioteknologi Konvensional
  2. 13 Contoh Bioteknologi Modern
  3. Teknologi buatan indonesia

Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda yang membacanya, terimakasih telah berkunjung.

Minggu, 22 November 2015

Bioteknologi Kedokteran Dan Contohnya

Bioteknologi Kedokteran umumnya menggunakan penerapan bioteknologi konvensional dan modern yang sudah membawa kemajuan pesat. Dalam bidang Kedokteran, bioteknologi ini banyak di pakai untuk menyembuhkan penyakit entah itu di Rumah Sakit maupun di tempat Praktek umum dokter. Para Dokter di indonesia banyak yang menggunakan bioteknologi modern dalam bidang kedokteran nya.
Untuk mengetahui lebih jelas apa itu bioteknologi modern baca disini : Pengertian Bioteknologi Modern

Bioteknologi Kedokteran


Di bawah ini akan saya berikan beberapa contoh penerapan bioteknologi modern di bidang kedokteran. Dibaca dengan teliti contohnya:

Bioteknologi Kedokteran Modern


1. Pembuatan Hormon Insulin


Bioteknologi Kedokteran
Pembuatan hormon insulin ini dibuat dengan proses merekayasa genetika. Dengan merekayasa genetika, manusia sukses  menyisipkan bakteri Escherichia coli atau sering disebut E.coli dengan gen pembentuk insulin pada tubuh manusia. Gen penghasil insulin pada tubuh manusia ini dapat mengarahkan sel E.coli untuk menciptakan insulin yang di inginkan.

Dengan demikian bakteri ini dapat membentuk insulin yang mirip dengan insulin di tubuh kita. Insulin yang dihasilkan dari bakteri tersebut dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Insulin yang diciptakan dari bakteri ini terbukti lebih bagus hasilnya daripada insulin hewani. Lebih hebatnya lagi insulin ini tidak menimbulkan efek  negatif pada tubuh manusia.


2 .Terapi Gen
Terapi Gen adalah pengobatan penyakit pada tubuh manusia yang disebabkan karena kelainan genetik dengan cara menyisipkan gen yang normal.
3. Antibodi Monoklonal
Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh dengan fungsi melawan dan melindungi tubuh dari infeksi bakteri atau virus. Melalui proses rekayasa genetika, manusia dapat menciptakan antibodi monoklonal. Arti dari Antibodi monoklonal adalah antibodi yang didapat dari penggabungan sel-sel penghasil antibodi dengan sel yang terkena virus atau penyakit. Pada teknologi antibodi monoklonal ini digunakan sel-sel tumor dan sel-sel limpa pada tubuh manusia.

Sel tumor yang dapat memperbanyak diri tanpa henti, sedangkan sel limpa sebagai antigen yang dapat menghasilkan antibodi. Hasil dari penggabungan sel tumor dan sel limpa ini dinamakan dengan sel hibridoma. Sel hibridoma ini dapat memproduksi antibodi secara kontinyu atau berulang. Antibodi yang dihasilkan dari sel hibridoma dapat digunakan untuk mengobati penderita kanker atau tumor. Antibodi ini akan langsung menyerang sel kanker dan sel tumor tanpa merusak sel-sel dalam tubuh yang sehat.

4. Pembuatan Vaksin
Pembuatan vaksin ini dilakukan melalui proses rekayasa genetika. Vaksin diciptakan dengan mengisolasi gen yang mengkode antigen dari mikrobia yang masih bersangkutan. Gen tersebut disisipkan pada plasmid yang sejenis  tetapi telah dilemahkan. Mikrobia yang sudah disisipi gen tersebut akan membentuk antigen yang murni. Jika antigen ini sudah disuntikkan pada tubuh manusia, maka sistem kekebalan tubuh manusia akan membentuk antibodi yang berfungsi melawan antigen yang telah masuk ke dalam tubuh.

5. Interferon
Arti dari Interferon adalah sel yang berada di tubuh manusia yang dapat menghasilkan senyawa kimia. Senyawa kimia tersebut dapat menyerang dan membunuh virus penyakit. Interferon ini berfungsi untuk melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Produksi interferon dilakukan melalui rekayasa genetik.
Bioteknologi Kedokteran



Bioteknologi Kedokteran Konvensional


Dalam bioteknologi kedokteran selain menggunakan bioteknologi modern ada juga produk bioteknologi konvensional yang digunakan yaitu antibiotik. Antibiotik adalah zat kimia yang diciptakan oleh mikroorganisme terutama jamur dan bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri atau mikroorganisme yang lain. Dengan demikian, antibiotik ini digunakan untuk melawan infeksi jamur atau bakteri.

Selain itu, ada juga vaksin yang diciptakan dengan menerapkan bioteknologi konvensional. Pembuatan vaksin jenis ini tidak melalui proses rekayasa genetika. Vaksin ini dibuat dari mikroorganisme yang telah dilemahkan. Vaksin ini dimasukkan didalam tubuh manusia dengan cara disuntikkan. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh manusia akan aktif melawan mikroorganisme tersebut.
Jika sobat ingin tau lebih jelas tentang bioteknologi konvensional bisa baca disini : Pengertian Bioteknologi Konvensional

Semoga penjelasan saya di atas bisa dipahami, terimakasih atas kunjungan sobat.

Sabtu, 21 November 2015

Pengertian Bioteknologi Modern Dan Contohnya

Bioteknologi Modern - Rekayasa genetika memang telah menjadi tren di berbagai bidang, dari mulai pertanian, peternakan dan perkebunan. Rekayasa genetika merupakan suatu sistem yang masuk dalam tataran bioteknologi modern. Dikatakan modern karena segala sesuatunya dilakukan menggunakan metodologi yang canggih dan membuahkan hasil yang cukup baik.

Pengertian Bioteknologi Modern


Bioteknologi modern adalah sebuah istilah yang diadopsi oleh kaidah internasional yang mengacu kepada teknik manipulasi genetik dan penyatuan sel melalui batasan pembiakan yang normal. Contoh yang sangat nyata yaitu teknik genetik untuk menciptakan organisme yang dimodifikasi melalui teknologi transgenik termasuk dengan cara memasukkan atau menghapus gen tertentu. Bioteknologi modern telah menghasilkan beberapa produk sebagai berikut :

Contoh Hasil Bioteknologi Modern


1. Obat-obatan
Ada banyak produk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi modern. Contohnya saja ada hampir lebih dari 80 obat-obatan biotek, vaksin dan saat ini sedang dikembangkan 400 obat biotek untuk diagnosa 200 jenis penyakit. Hampir setengahnya adalah obat baru untuk penyakit kanker.
Bioteknologi Modern

2. Laboratorium biotek 
Di dalam laboratorium biotek hampir keseluruhannya menggunakan produk biotek seperti protein yang digabungkan (diproduksi oleh kloning gen dalam sel yang dibiakkan). Pengembangbiakan sel mengacu kepada teknik menumbuhkan sel di dalam lab yang tentunya di selalu diawasi perkembangannya.

Hal tersebut sama seperti in vitro, In vitro mengacu kepada kegiatan pengawasan lingkungan luar dari organisme hidup. Selanjutnya ada Bioreactors yaitu tempat pengembangbiakan yang cukup luas dimana DNA suatu organisme atau sel dapat diproduksi secara masal).
3. Biotech Treatment
Dalam waktu dekat, akan menjadi sebuah kebiasaan untuk melakukan beberapa treatment dengan memasukkan gen untuk terapi (usaha untuk mengganti gen yang rusak dengan gen normal) dan teknik jaringan (merancang dan menumbuhkan jaringan untuk obat baru).

Organisme pertama yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi protein manusia adalah E. coli yang diberikan DNA untuk memproduksi somatostatin (Hgh-human growth hormone-1977)

4. tPA
Salah satu produk rekayasa genetik pertama yang terjual adalah aktivator plasminogen jaringan. tPA adalah enzim yang larut dalam gumpalan darah yang langsung bereaksi setelah terjadi serangan jantung atau stroke untuk melancarkan pembuluh darah yang terhambat.

5. Produk biotek lainnya
Produk biotek lainnya yang memasukkan protein di dalamnya yaitu home pregnancy test atau tes kehamilan, ada juga tanaman strawberry yang tahan dengan embun beku. Meskipun bioteknologi modern lebih banyak difokuskan pada bidang agrikultur, tapi beberapa juga dapat kita temukan dalam dunia fashion.

6. Gen untuk jeans
Bioteknologi modern juga diterapkan pada produk fashion, contohnya stonewashed jeans. Stonewashed jeand menggunakan enzim yang dimodifikasi secara genetik (amylase dan cellulase) untuk menciptakan tampilan jeans yang luntur. Sebelumnya untuk membuat stonewashed jeans bukan dengan menggunakan gen melainkan menggunakan batu apung. Namun metode tersebut malah membuat mesin cuci rusak.
Bioteknologi Modern

7. Microbial Application
Bakteri dan ragi lebih sering menggunakan mikroba. Enzim-enzim dan organisme terbaik digunakan dalam proses fermentasi makanan. Mikroba juga mempermudah proses produksi di dunia industri dan mempercepat proses dekontaminasi limbah produk industri sehingga lebih efisien. Mikroba juga digunakan untuk mengkloning dan memproduksi sejumlah protein penting.

8. Kloning domba
Dolly adalah domba pertama hasil dari proses kloning hewan. Proses kloning tersebut dilakukan dengan cara mentransfer sel inti somatik. Dolly lahir pada 5 Juli 1996, diperkenalkan ke publik pada 22 Febuari 1997 dan meninggal pada 14 Febuari 2003.

Domba Dolly dikloning dari sel yang diambil dari domba yang berusia 6 tahun. Dolly menjadi hal yang sangat kontroversi di masa sekarang ini. Bahkan dengan keberhasilan Dolly sebagai hasil kloning, sempat terbersit dalam pikiran para ilmuwan untuk mengkloning manusia, namun tentu saja hal itu menjadi sebuah perdebatan untuk diwujudkan karena tentu saja itu akan memberikan efek yang cukup besar terhadap kehidupan bumi.

9. Forensic application
DNA sidik jari adalah salah satu contoh klasik dari forensic application. Sidik jari biasanya digunakan dalam hal penegakan hukum dan investigasi tindakan kejahatan. Sidik jari pertama kali digunakan pada tahun 1987 untuk memastikan siapa pelaku pemerkosa atas kejadian di Inggris. Penerapan DNA sidik jari lainnya yaitu berfungsi untuk mengidentifikasi jasad manusia, tes DNA untuk mengetahui darah keturunan, epidemiology dan lain-lain.

Itulah penjelasan bioteknologi modern dan contoh-contohnya. Baca juga artikel terkait di bawah ini.
  1. Macam Macam Bioteknologi 
  2. Bioteknologi Konvensional 
  3. Dampak Negatif Bioteknologi Modern 
Terimakasih telah telah berkunjung, semoga artikel yang saya tulis bermanfaat untuk sobat.

Dampak Positif dan Negatif Bioteknologi Modern

Dampak Negatif  Bioteknologi Modern - Rekayasa genetika memang saat ini telah menjadi trend di berbagai bidang, dari mulai pertanian, peternakan bahkan kesehatan. Rekayasa genetika merupakan suatu sistem yang masuk dalam tataran bioteknologi modern. Dalam sebuah eksperimen pasti ada dampak negatif dan positifnya, berikut dampak negatif bioteknologi modern.

Dampak Negatif  Bioteknologi Modern


Dampak Negatif  Bioteknologi Modern

1. Susu sapi yang telah disuntikkan hormon BGH (bovine growth hormone) atau sering disebut hormon pertumbuhan sapi. Hal ini disinyalir mengandung beberapa bahan kimia baru yang punya potensi bahaya bagi kesehatan manusia..

2. Jagung yang telah direkayasa sebagai pakan unggas dapat menjadikan unggas tersebut mengandung genetic modified organism yang disingkat GMO dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan manusia.

3. Ada dugaan bahwa SARS ( Severe acute respiratory syndrome) yang telah menghebohkan dunia, diduga disebabkan oleh rekayasa genetika dari virus Corona.

4. Pelepasan organisme transgenik ke alam dapat mengganggu keseimbangan alam dan kelestarian organisme, banyak juga yang berpendapatan organisme transgenik ini melawan kodrat alam.

5. Pencemaran terhadap biologi, pencemaran ini disebabkan  apabila makhluk hidup transgenik di lepas ke alam bebas  entah itu sengaja dilepas atau terlepas dan kawin dengan makhluk hidup maka normal dapat menghasilkan keturunan yang mutan atau tidak normal.
Itulah beberapa dampak negatif bioteknologi modern yang saya ketahui. Tidak lengkap rasanya jika kita membahas dampak negatifnya saja tanpa membahas dampak positif atau keuntungan  bioteknologi modern. Di bawah ini akan saya berikan beberapa contoh dari keuntungan bioteknologi modern.

Dampak positif Bioteknologi Modern

  • Mampu mengurangi kepunahan hewan langka yang sudah hampir punah .
  • Ditemukannya cara untuk mengatasi kemandulan, yaitu dengan Bayi Tabung. Cara mendapatkan keturunan ini terbilang sukses dalam bidang bioteknologi modern.
  • Mampu mengatasi permasalahan terbatasnya lahan pertanian.
  • Dapat mengatasi produksi bibit tumbuhan yang sama dalam jangka waktu singkat dan dengan hasil yang lebih baik.
  • Mampu mengendalikan serangga perusak tanaman budidaya sehingga tanaman menjadi kebal terhadap hama.
Semoga penjelasan saya tentang dampak bioteknologi modern bisa diterima. Baca juga artikel tentang bioteknologi lainnya dibawah ini.

  1. Contoh Bioteknologi Modern
  2. Dampak Bioteknologi Terhadap Lingkungan
  3. Dampak Negatif Bioteknologi Terhadap Kesehatan
Terimakasih telah mengunjungi blog kami, semoga artikelnya bermanfaat.

Jumat, 20 November 2015

Macam Macam Bioteknologi

Macam-macam Bioteknologi - Apa itu bioteknologi? sebelum kita bahas tentang macam-macam bioteknologi, mari kita bahas sedikit pengertian bioteknologi. Bioteknologi adalah gabungan antara ilmu alam dan ilmu teknologi yang sudah ada sejak jaman dulu. Banyak pengertian tentang Bioteknologi, salah satu pengertian bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip dari ilmu alam dan teknologi dengan tujuan memproses materi melalui agen biologi agar mendapatkan tingkat nilai yang lebih

Macam Macam Bioteknologi


Macam Macam Bioteknologi
Setelah membahas apa itu bioteknologi, sekarang kita bahas apa saja macam-macam bioteknologi. Dalam sejarah bioteknologi terdiri atas 2 macam yaitu Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern. Dari 2 macam bioteknologi tersebut banyak dihasilkan berbagai macam bioteknologi yang bermanfaat. Mari kita simak apa saja macam-macam bioteknologi modern dan konvensional di bawah ini.

Bioteknologi Modern


Macam Macam Bioteknologi
Bioteknologi modern pada umumnya berhubungan dengan memanipulasi atau merekayasa materi genetik. Dalam hal ini materi genetik yang akan dimanipulasi atau direkayasa adalah DNA makhluk hidup. DNA yang umum digunakan berasal dari sel bakteri yang bernama plasmid ( sel eukariot dari kelompok yeast), dan DNA dari virus yang baik. Bioteknologi ini dikatakan modern karena segala sesuatunya dilakukan menggunakan metode yang canggih dan membuahkan hasil yang lebih baik, contohnya seperti di bawah ini:

  1. Vaksin malaria, Vaksin ini dibuat dari rekayasa genetik dengan memanfaatkan DNA dari virus cacar air yang kurang aktif.
  2. Interferon, Arti dari Interferon adalah sejenis protein yang dibuat dari DNA rekombinasi dengan tujuan menghambat replikasi virus.
  3. Pelestarian spesies langka, Biasanya pelestarian makhluk hidup yang sudah langka ini di lakukan dengan menggunakan teknik rekayasa genetik.


Untuk membaca lebih banyak macam-macam contoh bioteknologi modern baca disini : 13 Contoh Bioteknologi Modern

Bioteknologi Konvensional


Macam Macam Bioteknologi
Bioteknologi konvensional dapat diartikan sebagai bioteknologi yang prosesnya menggunakan mikroorganisme sebagai sarana untuk menghasilkan suatu produk dan bahan. Keunggulan proses bioteknologi konvensional ini dapat mengubah kandungan gizi yang terkandung dalam makanan sehingga memberi nilai tambah bagi makanan tersebut. Ada beberapa macam contoh bioteknologi konvensional seperti di bawah ini:


  1. Tape, Makanan tradisional ini terbuat dari bahan dasar ketela atau singkong dan sereal seperti beras ketan, campuran yang dipakai dalam pembuatan tape adalah ragi atau  Saccharomyces cerevisiae.
  2. Tempe, Sobat pasti sudah tahu apa itu tempe kan? Tempe ini terbuat dari bahan dasar kedelai yang direbus dan menggunakan bantuan jamur Rhizopus stoloniferus atau ragi tempe.
  3. Bir, Sobat pasti tidak menyangka jika pembuatan Bir ini dibuat dari bahan mentah biji sereal ( contohnya gandum ) dengan agen hayati khamir dari jenis Aspergillus oryzae dengan cara difermentasi.

Masih  banyak lagi macam-macam contoh bioteknologi konvensional, baca disini : 11 Contoh Bioteknologi Konvensional

Itulah macam-macam Bioteknologi yang saya ketahui, mungkin sobat ada yang tahu lebih banyak silahkan menambahkan di komentar.

Kamis, 19 November 2015

11 Contoh Bioteknologi Konvensional

Contoh Bioteknologi Konvensional - Sebelum membahas tentang contoh bioteknologi konvensional atau tradisional mari kita bahas dulu tentang pengertian bioteknologi konvensional. Bioteknologi tradisional atau konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi atau menghasilkan makanan atau bahan makanan.

Contoh makanan atau bahan makanan bioteknologi konvensional seperti alkohol, ragi, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap yang pembuatannya melalui fermentasi. Dari bahan makanan atau makanan ini membutuhkan beberapa bakteri seperti di bawah ini.

Untuk mengetahui lebih jelas apa itu Bioteknologi Konvensional baca disini : Pengertian Bioteknologi Konvensional

Contoh bioteknologi konvensional


1. Bir
Sobat pasti tidak menyangka jika pembuatan Bir ini dari bahan mentah biji sereal ( semisal gandum ) dengan agen hayati khamir dari jenis Aspergillus oryzae dengan cara fermentasi.
Contoh Bioteknologi Konvensional

2. Keju
Makanan yang satu ini berasal dari bahan dasar  susu murni dengan cara pembuatan memisahkan zat-zat padat dalam susu dengan proses susu dikentalkan. Proses ini dibantu dengan bakteri asam laktat ( dari genus : Streptococcus dan Lactobacillus) yang memfermentasikan laktosa menjadi zat asam laktat. Terkadang pembuatan keju juga menggunakan jamur Penicillium requefort dan Penicillium camembert.

3. Roti
Komposisi roti adalah dari bahan dasar utama tepung terigu dengan tambahan air dan di fermentasi-kan dengan ragi atau bakteri khamir dari jenis Saccharomyces cerevisiae. Tapi tidak semua roti menggunakan ragi.
4. Yoghurt
Pembuatan Yoghurt menggunakan bahan dasar yang sama dengan pembuatan keju yaitu susu. Namun dalam pembuatan Yoghurt ini bedanya menggunakan susu segar dengan memberi bakteri asam laktat dari jenis  Streptococcus thermophylus dan Lactobacillus bulgaricus.

5. Antibiotik pinisilin
Antibiotik ini terbentuk dengan memanfaatkan kemampuan jamur Penicillium crysogenum dan jamur Penicillium notatum untuk mensintesis antibiotik ( ditemukan oleh Alexander Fleming, 1926 ).
Contoh Bioteknologi Konvensional

6. Tempe
Sobat pasti sudah tahu apa itu tempe. Tempe ini terbuat dari bahan dasar kedelai yang di masak dengan cara direbus dan menggunakan bantuan jenis jamur Rhizopus stoloniferus atau ragi tempe.

7. Mentega
Bentuk dari mentega ini hampir sama dengan margarine, bedanya mentega terbuat dari bahan hewani, sedangkan margarine dari bahan nabati. Mentega terbuat dari bahan dasar susu segar yang di beri campuran bakteri dari jenis Leuconostoc cremoris Streptococcus lactis.

8. Sauerkraut
Makanan yang berasal dari jerman ini terbuat dari bahan dasar sayuran seperti kubis yang di campur dengan bakteri asam laktat sejenis seperti Leuconostoc.
Contoh Bioteknologi Konvensional

9. Nata de coco
Makanan yang bertekstur kenyal dan terlihat seperti jelly ini dibuat dengan bahan dasar air kelapa yang di beri bakteri Acetobacter xyllinum.

10. Kecap
Penyedap rasa atau bumbu dapur yang memiliki rasa manis maupun asin ini dibuat dengan bahan dasar kedelai hitam dan ada juga yang berbahan dasar air kelapa. Pembuatan kecap ini menggunakan bantuan jamur Aspergillus wentii.
11 Contoh Bioteknologi Konvensional

11. Tape
Makanan tradisional yang satu ini pembuatannya menggunakan bahan dasar ketela atau singkong dan sereal seperti beras ketan, campuran yang dipakai adalah ragi atau  Saccharomyces cerevisiae.

Itulah 11 contoh Bioteknologi Konvensional yang mungkin dari beberapa contoh diatas sobat pernah mengkonsumsinya. Bandingkan juga dengan contoh Bioteknologi Modern disini : Contoh Bioteknologi Modern

Semoga info dari saya bermanfaat, terimakasih atas kunjungan-nya. jangan lupa klik share ya, sebarkan artikel ini ke semua temanmu.

Pengertian Bioteknologi Konvensional Dan Contohnya

Bioteknologi Konvensional - Bioteknologi adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi bagi para pecinta dunia tumbuh-tumbuhan atau bagi kalangan tertentu seperti mahasiswa dan ilmuwan yang menggeluti bidang agrikultur atau pertanian. Awalnya bioteknologi hanya diterapkan pada bidang pertanian, namun seiring berjalannya waktu dan ditemukannya berbagai macam teknologi baru, khususnya bioteknologi yang juga ikut berkembang ke banyak bidang.

Misalnya setelah ditemukan bioteknologi modern, sekarang ini banyak bermunculan obat-obatan dan vaksin yang dihasilkan dari proses bioteknologi. Bahkan ada seekor domba yang menjadi kontroversi hingga saat ini karena lahir dari proses kloning hewan yang diambil dari teknik bioteknologi. Ada beberapa macam Bioteknologi, contohnya seperti berikut:

  1. Bioteknologi Pangan 
  2. Bioteknologi Pertanian
  3. Bioteknologi Peternakan

Bioteknologi juga tidak selalu berhubungan dengan segala sesuatu yang modern. Ada juga yang disebut dengan bioteknologi konvensional atau dalam bahasa kita disebutnya bioteknologi biasa. Namun jangan berprasangka bahwa hasilnya akan menjadi sesuatu yang biasa, justru bioteknologi konvensional ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa dari proses yang biasa.

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional sendiri yaitu bioteknologi yang prosesnya menggunakan mikroorganisme sebagai sarana untuk menghasilkan suatu produk. Bahkan proses bioteknologi konvensional ini juga dapat mengubah kandungan gizi pada makanan sehingga memberikan nilai tambah bagi makanan tersebut. Salah satu contoh dari proses bioteknologi konvensional yaitu fermentasi.

Bioteknologi Konvensional Fermentasi


Bioteknologi Konvensional
Dunia mikroorganisme sangatlah luas dan berhubungan dengan bidang biologi, namun kurang dipahami pada tingkat ilmiah. Selama ribuan tahun bereksperimen, manusia telah mengembangkan metode untuk memperluas dunia mikroorganisme. Dunia mikroba didefinisikan dengan ukuran, banyaknya spesies yang masuk dalam kategori ukuran berasal dari kelompok taksonomi.

Contohnya saja fungi atau jamur yang jumlahnya sekitar 74.000 dari jumlah perkiraan keseluruhan mikroba sekitar 1.500.000. Pakar biologi telah memperkirakan bahwa terdapat sekitar 3000 bakteri yang berhasil diidentifikasi spesiesnya, namun jumlah tersebut hanya 0,5% dari total spesies bakteri yang ada di dunia.

Hal tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan dunia tumbuh-tumbuhan, dimana telah diperkirakan terdapat 220.000 jenis tanaman dari jumlah yang diperkirakan mencapai 270.000. Angka tersebut menunjukkan bahwa dunia mikroba kecil yang tidak terlihat tersebut ternyata belum tereksplor semuanya dan merupakan bagian dari keanekaragaman hayati.

Ketika berbicara mengenai makanan, mikroorganisme telah digunakan dalam banyak cara yang berbeda dan penelitian mengenai mikroorganisme ini pastinya akan memakan waktu yang cukup lama bahkan seumur hidup. Ekologi mikroba akan berubah secara drastis berdasarkan lokasinya sehingga fermentasi makanan dibuat di satu tempat. Jika membuat makanan menggunakan mikroorganisme fermentasi yang sama namun di lokasi berbeda maka rasanya akan berbeda juga, meskipun jaraknya tidak terlalu jauh.
Hal tersebut semakin menguatkan alasan bahwa biogeografi mikroba harus diperhatikan dalam proses produksi makanan. Kultur mikroba memberikan karunia tersendiri bagi suatu wilayah karena keberadaan mikroba di tempat tersebut dapat memberikan tanda yang cukup akurat mengenai kondisi geografis lingkungan hidup manusia dibandingkan lainnya. Dalam bioteknologi, fermentasi didefinisikan sebagai proses anaerobic cellular yang mana senyawa organik diubah menjadi molekul sederhana dan energi kimia.

Dalam bahasa sehari-hari fermentasi memiliki arti yang lebih luas yang meliputi kekompleksan enzimatik dan mikroorganisme yang merangsang terurainya makromolekul di dalam fermentasi substrat. Kebanyakan proses fermentasi terdapat pada bahan makanan dan beberapa contoh bahan makanan tersebut antara lain Fermentasi kopi.

Proses Fermentasi kopi


Bioteknologi Konvensional
Kopi adalah salah satu produk bahan makanan yang pembuatannya melalui proses fermentasi. Salah satu produk kopi fermentasi yang sangat terkenal dan harganya cukup mahal adalah kopi luwak. Mengapa kopi luwak disebut kopi fermentasi padahal di dalam perut luwak tidak terdapat ragi? Janganlah kita berpikir sejauh itu.

Luwak memakan biji kopi dan pada saat biji kopi berada di perut luwak maka terjadilah proses fermentasi karena di dalam perut luwak terdapat enzim-enzim yang mengandung senyawa fermentasi. Fermentasi kopi luwak adalah hasil dari interaksi antara mikroflora yaitu zat gula dari bakteri (Klebsiella, Erwinia, Leuconostoc, Lactobacillus) dan asam yang dihasilkan perut luwak.

Di dalam perut luwak terdapat beberapa bakteri yaitu Lactobacillus plantarum memiliki peran untuk membuat asam organik sehingga menambah cita rasa kopi. Bakteri Leuconostoc mesentoroides menciptakan pectinase yang berperan menguraikan biji kulit kopi. Selain itu ada juga bakteri (Kloeckera, Candida, Cryptococcus) yang berperan sebagai ragi dalam perut luwak dan menghasilkan alkohol.

Jadi banyaknya bakteri yang mendukung proses fermentasi kopi di dalam perut luwak menambah cita rasa kopi luwak itu sendiri.  Untuk melihat lebih banyak contoh Bioteknologi Konvensional klik link berikut : 11 Contoh Bioteknologi Konvensional

Demikian informasi tentang bioteknologi konvensional yang dapat saya sampaikan, semoga artikelnya bermanfaat. Jangan lupa untuk klik share ya, bantu teman kita yang lain agar tau tentang bioteknologi konvensional.

 
Diberdayakan oleh Blogger.